Aksi Mitigasi Perubahan Iklim, Yayasan Javlec Indonesia Menanam 66.800 Bibit

Dalam upaya mengurangi dampak perubahan iklim, Yayasan Javlec Indonesia melakukan Aksi Mitigasi Perubahan Iklim dengan melakukan penanaman  di Kabupaten Gunung Kidul. Kegiatan penanaman ini diharapkan mendorong adanya peningkatan serapan karbon sehingga mampu memberikan dampak positif dan solusi yang terjadi terkait perubahan iklim yang terjadi saat ini.

Distribusi bibit bersama masyarakat
Distribusi bibit bersama masyarakat

Kegiatan ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh Yayasan Javlec Indonesia bekerja sama dengan Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) dalam proyek Mitigasi Berbasis Lahan pada Kawasan Karst, DAS Kritis, dan Kawasan Konservasi di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penanaman ini dilakukan dengan tujuan untuk mendorong percepatan penambahan stok karbon di areal Hutan Rakyat, Hutan Desa, 
Hutan Kemasyarakatan dan Hutan Tanaman Rakyat.

 

Aksi penanaman ini dilakukan dengan melibatkan masyarakat secara langsung melalui kelompok tani yang ada. Kelompok tani yang terlibat juga didampingi secara kelembagaan sehingga penanaman ini tidak hanya sekedar aksi tanam tetapi masyarakat juga paham fungsi hutan dalam perubahan iklim sebagai penyerap karbon. Selain kelompok tani yang terlibat langsung, kegiatan ini juga melibatkan Pemerintah Desa dan didukung oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Gunung Kidul.

Penanaman Bibit oleh masyarakat
Penanaman Bibit oleh masyarakat

Penanaman dilakukan di 20 Desa yang berada di 9 Kecamatan yakni Desa Jepitu, Balong, Purwodadi, Ngeposari, Pacarejo, Candirejo, Dengok, Bleberan, Banyusuco, Getas, kedungpoh, Katongan, Karangduwet, karangasem, Girisuko, Girimulyo, Kepek, Kanigoro, MOnggol dan Desa Putat dengan total bibit yang ditanam adalah 6.800 bibit yang terdiri dari 27 jenis bibit seperti jati, akasia, sengon, Gmelina dan tanaman mpts lainya seperti manga, kelengkeng, durian, alpukat. Pemilihan tanaman keras dan buah-buahan diharapkan mampu memperkaya jenis hutan rakyat dan untuk jenis mpts tidak akan ditebang karena hasilnya berupa buah.

EnglishIndonesian