Analisis Usaha Tani untuk Keluarga Petani Hutan

Pada bulan Februari hingga Maret 2012, Pusat Kajian Hutan Rakyat bekerjasama dengan Javlec untuk melakukan survei usaha tani. Kegiatan ini dilaksanakan di dua lokasi: Pemalang dan Ciamis.

Kegiatan pertama mengambil lokasi di Desa Glandang, Pemalang. Survei usaha tani menggunakan pendekatan usaha tani pada pola agroforestry yang berfokus pada komoditi sengon dan tanaman pangan. Kegiatan ini melibatkan petani hutan penggarap Petak 49 a dan Petak 69. Saat melaksanakan survei, PKHR dibantu oleh dua orang mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM. Survei usaha tani ini menggunakan teknik sampling. Petani pengelola lahan andil PHMB disurvei mengenai aktivitas budidaya di lahan hutan, identifikasi seluruh biaya yang dikeluarkan oleh petani dalam mengelola hutan dan identifikasi pendapatan yang diperoleh dari pengelolaan hutan, baik berupa pendapatan dari kayu dan non kayu.

Dari kegiatan tersebut didapat hasil berupa: Biaya yang diperlukan dalam pengelolaan hutan sengon dengan model agroforestry (Rp/Ha), pendapatan yang diperoleh petani dari pengelolaan hutan sengon dengan model agroforestry (Rp/Ha), dan keuntungan dari pengelolaan hutan (Rp/keluarga petani; Rp/Ha) sebagai parameter kelayakan finansial dari pengusahaan sengon dengan pola agroforestry. Selain itu, survei juga memperhitungkan potensi tegakan sengon yang akan ditebang tahun 2015 nanti.

Lokasi kedua mengambil tempat di Desa Kalijaya, Ciamis. Survei ini memperhitungkan taksiran etat (jumlah tebangan maksimum yang diperkenankan dalam waktu satu tahun m³/ha/tahun) untuk tanaman keras dan hasil dari agroforestry. Untuk pola agroforestry, target hasil yang didapat berupa: biaya pengelolaan hutan sengon dengan model agroforestry (Rp/Ha), pendapatan petani dari pengelolaan hutan sengon dengan model agroforestry (Rp/Ha), dan keuntungan dari pengelolaan hutan (Rp/keluarga petani; Rp/Ha) sebagai parameter kelayakan finansial dari pengusahaan sengon dengan pola agroforestry.

Add a Comment

EnglishIndonesian