PORTOFOLIO
 
BAP (Belajar Antar Petani) Seri 7 : Seri Desa Mandiri
2009-08-08

Tema pada BAP 7 ini adalah desa mandiri energy yang dilaksanakan selama 4 hari yaitu yang dimulai pada tanggal 8-11 Agustus 2009 di Dusun Bendrong Kecamatan Argosari Kabupaten Malang. Kegiatan ini diikuti oleh 26 orang petani hutan dari berbagai tempat di Jawa, 14 orang dari Javlec dan Paramitra (LSM pendamping) berbaur bersama untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai kehidupan keseharian mereka dalam mengelola segala kekayaan hutan . Bersama Paguyuban Petani Hutan Jawa (PPHJ), Javlec telah menggelar 2 (dua) paket BAP (Belajar Antar Petani) sebagai keberlanjutan dari 4 (empat) paket belajar yang telah diselenggarakan KPPHJ (Komunitas Pendukung Penyelamatan Hutan Jawa) semenjak tahun 2004. Di tahun 2002, program serupa diinisiasi oleh beberapa LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) di Jawa, yang kemudian menjadi bagian dari pembentukan Javlec (dan PPHJ – Komunitas Pendukung Penyelamatan Hutan Jawa).

Pada dasarnya setiap petani di kawasan desa hutan Jawa harus bisa mandiri untuk memajukan desanya dengan ide-ide gila namun menguntungkan dan bermanfaat begi kehidupan masyarakatnya. Pada alokasi pertama ini lebih berkonsentrasi pada pembuatan biogas, seperti yang diketahui warga sekitar desa Argosari menggantungkan diri pada hutan terutama kayu untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya seperti memasak dan lain sebagainya. Kebutuhan hasil hutan berupa kayu ini jika dimanfaatkan secara terus menerus maka lambat laun akan membahayakan kelestarian hutan, untuk itu masyarakat sekitar dan LSM pendamping berusaha mencari alternative solusi berupa perbuatan instalasi biogas yang dapat digunakan warga sekitar untuk memasak. Adapun biogas ini ramah lingkungan dan bahan dasarnya adalah kotoran ternak (sapi). Selain untuk bahan bakar, biogas ini dapat digunakan untuk penerangan (menghidupkan lampu). Dari alternative itu diharapkan hutan terjaga kelestariannya dan tercipta lingkungan yang bersih dan sehat.

Kemudian acara BAP dilanjutkan ke Desa Sendi untuk meninjau Desa Mandiri Energi dengan Pembangkit Tenaga Mikrohidro. Mikrohidro adalah istilah yang digunakan untuk instalasi pembangkit listrik yang menggunakan energy air. Kondisi air yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber daya (resources) penghasil listrik adalah memiliki kapasitas aliran dan ketinggian tertentu dari instalasi maka semakin besar energy yang bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan energy listrik. Dalam tahapan pembagunan fisik PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro) dilakukan masyarakat denga gotong royong untuk menyediakan bati, pasir dan tenaga kerja serta konsumsi, tahap pembangunan sipil, kommisoning elektrikal dan mekanikal, kemudian tahapan selanjutnya ialah pemasangan jaringan. Dari kegiatan ini para peserta BAP memberikan masukan untuk dibangunnya kolam ikan di daerah air yang mengalir dari alat pembangkit tersebut. Karena udara dingin dan air yang mengalir cocok untuk dikembangkan pemeliharaan perikanan air tawar. Sehingga dari situ dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.