Gurih dan Renyahnya Ikan Putih Teluk Semanting

kerupuk semanting
Produk Olahan Ikan Desa Teluk Semanting

Rumput-rumput liar memenuhi kawasan bekas hutan di sepanjang jalan dari Tanjung Batu menuju Teluk Semanting. Ini bukan fenomena alamiah, melainkan campur tangan manusia. Aktifitas perburuan kayu yang membuat hutan Kalimantann hanya tinggal cerita. Penebang hutan di Kalimantan bukanlah menebang hutan hasil penanaman manusia, melainkan hutan alami. Setelah penebangan tidak ada aktifitas penanaman. Perlu penanaman ulang agar tumbuh hutan-hutan baru guna memenuhi keseimbangan ekosistem.

Selepas dari kawasan bekas hutan di sambut rimbun hutan mangrove di tepian laut. 200 meter dari dermaga Teluk Semanting berdiri rumah-rumah batu yang berada di daratan Semanting. Di desa ini Javlec berkegiatan bersama ibu-ibu rumah tangga. Program yang dilaksanakan di Teluk Semanting adalah program olahan makanan berbahan lokal. Jauh sebelum Javlec membawa program pemberdayaan perempuan, kegiatan olahan makanan sudah dilakukan oleh perempuan di Semanting. Olahan makanan yang menjadi andalan ibu-ibu di Semanting adalah kerupuk ikan dan amplang.

Kerupuk ikan dari Semanting memang dikenal enak oleh beberapa orang di luar wilayah mereka. Bahkan kelompok olahan makanan di Tanjung Batu pun mengakui ketenaran kerupuk ikan dan amplang di Semanting. Pesanan dari luar daerah pun sering didapatkan oleh para pembuat kerupuk. Oleh karena itu, inovasi bahan baku yang diberikan Javlec tidaklah dilakukan oleh perempuan Semanting. Para perempuan Semanting lebih merespon bantuan berupa alat produksi berupa mesin penggiling dan pencacah kerupuk. Banyaknya pesanan membuat perempuan Semanting kewalahan, karena kerupuk dan amplang selama ini diproduksi dengan peralatan sederhana. Membutuhkan banyak tenaga kerja untuk mengejar jumlah pesanan. Apabila akan melibatkan perempuan lain sebagai tenaga kerja kecenderungannya adalah perempuan lain juga sedang sibuk produksi memenuhi pesanannya.

Kedatangan bantuan peralatan begitu diharapkan oleh perempuan Semanting. Mereka seperti mendapatkan jawaban dari persoalan produksi yang selama ini mereka hadapi. Javlec, tidak hanya memberikan bantuan alat, tapi juga memberikan pelatihan bagaimana menggunakan peralatan yang diberikan. Pelatihan ini perlu dilakukan agar perlatan bisa berfungsi selayaknya dan berumur panjang. Keawetan alat juga harus dipertahankan karena pabila ada komponen yang rusak, cukup sulit untuk mendapatkan suku cadangnnya di sana. Bukan persoalan tidak ada teknisi yang memperbaiki, namaun karena ketersediaan sparepart di Semanting yang terbatas.

pembentukan kelompok
Pembentukan Kelompok Perempuan di Teluk Semanting

Keterlibatan Javlec dalam program makanan olahan bukan hanya dalam bidang pelatihan dan penyediaan alat produksi. Javlec juga mengupayakan agar makanan hasil olahan ikan mendapatkan keterangan PIRT (Produk Industri Rumah Tangga). Proses perizinan ini bukan hal yang mudah, karena harus memenuhi beberapa syarat administrasi yang cukup menyulitkan bagi pengajunya. Javlec tidak mencarikan izin perorangan melainkan mencarikan izin BPOM secara kelompok, bisa terjadi saling tukar pengalaman dan berbagi pengetahuan terkait pengembangan produk. Selain itu juga dirasa lebih mudah melakukan branding kelompok dari pada usaha individu.

Sempat terjadi salah paham di anggota kelompok ketika PIRT terbit bersamaan dengan sertifikat pelatihan. Mereka menganggap bahwa sertifikat pelatihan sama dengan PIRT. Javlec mencarikan sertifikat secara kelompok bukan tanpa alasan. Harapannya dengan aktifitas produksi kelompok, bisa terjadi saling tukar pengalaman dan berbagi pengetahuan terkait pengembangan produk. Selain itu juga dirasa lebih mudah melakukan branding kelompok dari pada usaha individu.

Seperti informasi yang beredar di masyarakat, bahwa kerupuk ikan dan amplang di Semanting terkenal enak. Selama ini produk dari Semanting di setor ke penadah oleh-oleh, yaitu Rumah Kemas Besinang. Makan olahan diterima oleh penadah kemudian dikemas ulang dan diberi label sesuai dengan label penadahnya. Sudah menjadi rahasia umum kalu kerupuk ikan dan amplang yang dijual oleh Rumah Kemas Besingan berasal dari Semanting. Jadi bukan suatu persoalan untuk mengenalkan produk makanan dari Semanting karena banyak orang sudah tahu kualitas produknya.

Pengetahuan yang belum dimiliki adalah bagaimana mengemas produk agar lebih menarik dan bisa memikat pembeli. Selain itu juga keterbatasan alat produksi membuat perempuan Semanting mengemas produk seadanya. Rencana kemasan baru yang ditawarkan oleh Javlec akan mencantumkan label yang ditentukan oleh kelompok olahan makanan di masing-masing kelompok.

Pemetaan calon penadah olahan makanan juga sudah dipetakan oleh Javlec. Sudah ada satu hotel yang sudah siap menerimanya, yakni hotel Grand Parama. Hotel tersebut adalah hotel yang biasa digunakan pelatihan oleh Javlec. Hotel tersebut juga salah satu hotel yang pengunjungnya banyak dan memiliki tempat belanja oleh-oleh.

Hal yang melekat dari proses pelatihan yang dilakukan oleh Javlec adalah kemampuan mencatat apa saja terkait produksi kerupuk ikan. Javlec memberikan pelatihan tentang bagaimana manajemen keuangan dengan melakukan pencatatan terkait dapat berapa dan digunakan untuk apa.

Ibu Kepala Kampung salah satu peserta pelatihan yang melakukan apa yang diajarkan Javlec terkai pencatatan produksi olahan makanan. Pencatatan ini memudahkan dalam proses penghitungan modal, penentuan harga produk dan penghitungan keuntungan. Hal tersulit adalah menentukan modal produksi ketika ada pesanan dalam jumlah banyak. Keetika ada pencatatan dia tinggal melihat besaran modal yang pernah dikeluarkan dalam sekali produksi. Misalnya dalam satu kilo gram kerupuk ikan membutuhkan modal Rp. 45.000,-. Apabila mendapat pesanan 5 kilogram di tinggal melihat catatan produksi terdekat dan mengalikan besaran modal.

Melakukan pencatatan bukanlah yang mudah. Untuk teknis pencatatan memang bisa dilakukan oleh siapa saja asal bisa membaca, berhitung dan menulis. Menumbuhkan kebiasaan menulis itulah yang membutuhkan tindakan dan harus dipaksa. Di awal pembiasaan Bu Kades terkadang masih mengakumulasikan catatan per bulan, alhasil berberapa pengeluaran dan pendapatan ada yang lupa dan tidak tercatata. Kini dia mulai mencatat setiap ada transaksi terkait produksi dan hasil produksi dari olahan makanan. Bahkan ketika uang produksi dipinjam untuk kebutuhan darurat rumah tangga, Bu Kades pun melakukan pencatatan.

EnglishIndonesian