Inilah 4 Titik Lahan yang Akan Dijadikan Tampungan Air di Dusun Banceuy

survey tampungan air
Survey Tampungan Air di Lahan Pertanian Kampung Banceuy (doc : javlec)

Pemetaan lokasi tampungan air, Sumur Resapan dan Biopori di kampung Banceuy dilakukan sore hari. Survey lokasi di temani oleh Kepala Dusun, Ketua RW, dan Ketua Karang Taruna dan masyarakat.

Dari diskusi antara pak Kadus dan Pak RW serta kelompok yang sudah merencanakan titik-titik lokasi yang akan dijadikan kolam tampungan air, rombongan survey langsung menuju lahan pertanian kampung Banceuy.

Lahan pertama yang dituju dan yang rencana menjadi lokasi tampungan air ada lahan milik Kang Aep, yaitu lahan pertanian tanaman palawija dimana sudah ada kolam penampungan tapi kecil, sehingga kolam tersebut akan di perbesar dan menjadi terminal air pertanian.

Kolam Kang Aep menjadi titik kolam pertama dalam survey lokasi pembuatan kolam/ tampungan air di lahan pertanian.

Lokasi kedua adalah di lahan pertanian milik Kang Odang. Lahan ini berjarak sekitar 200 meter dari titik pertama (lahan milik Kang Aep). Karena letaknya yang cukup dekat dengan sumber air (sungai), sehingga memungkinkan air dipompa untuk mengisi tampungan di lahan milik Kang Odang untuk kemudian di sebarkan ke kolam-kolam tampungan sekitarnya.

Lokasi ketiga terletak di lahan pertanian milik Pak Kadus yang letaknya dekat dengan perkampungan. Pak Kadus mempersilahkan lahannya di jadikan terminal air untuk menyirami tanaman di lahan pertanian yang ada di sekitar lahannya.

Untuk lokasi yang keempat adalah lokasi milik Pak RW. Lokasi ini letaknya lebih jauh dan ada di seberang, tidak dalam satu komplek/satu hamparan dengan lokasi 1, 2 dan lokasi 3.

Lokasi ini tidak perlu disurvey karena jelas saya diijinkan. Nanti saja ketika akan di bangun baru di kasih titik koordinat.”, jelas Pak RW

Selain tampungan air, juga dilakukan survey untuk lokasi sumur resapan dan lubang biopori. Titik sumur resapan dan biopori kali ini akan lebih di fokuskan di RW 18A. Karena pada program yang terdahulu wilayah ini sama sekali belum tersentuh program, baik program biopori maupun program sumur resapan.

Untuk lokasi pertama sumur resapan berada di halaman belakang rumah neneknya Pak RW yang kebetulan kalau hujan lokasi tersebut selalu mengalami banjir/banyak genangan air. Selain sumur resapan, lokasi ini juga akan ditanam lubang-lubang biopori, sebagai pencegah genangan.

Lokasi sumur resapan yang kedua adalah di lahan milik Pak Kadus.

Karena lahan tersebut sering terjadi genangan jika terjadi hujan“, tegas Pak RW.

Kegiatan survey ini adalah tindak lanjut dari pertemuan sosialisasi di Dusun Banceuy dilaksanakan pada awal Agustus minggu lalu di balai dusun Banceuy. Dengan dihadiri oleh Tokoh Masyarakat Adat, Pengurus Karang Taruna, Pengurus Kelompok Tani ‘Boehoen’ dan unsur pemerintahan Dusun Banceuy yang terdiri dari Kepala Dusun, Ketua RW, Ketua RT dan Ibu-ibu PKK.(gs)

EnglishIndonesian