Javlec Gelar Diskusi untuk Meningkatkan Kapasitas Pengelolaan Managerial TMA

Bertempat di Sekretariat Javlec di Desa Pasanggrahan, akhir bulan lalu (29 Agustus 18), Javlec mengadakan diskusi rutin bersama Taruna Mata Air (TMA) membahas agenda yang akan dilakukan Javlec bekerjasama dengan TMA serta dalam rangka untuk meningkatkan kapasitas pegelolaan TMA.

Taruna Mata Air (TMA) merupakan wadah generasi muda di Subang Selatan dalam menumbuh kembangkan kecintaan terhadap lingkungan. Salah satu agenda rutin untuk kaderasasi anggota adalah melalui Sekolah Alam (SA).

Pada diskusi tersebut dihadiri oleh Aprillia DR selaku Program Manager Proyek dan Aulia selaku pendamping program (Javlec) dan dari Taruna Mata Air di wakili Afif, Gilang, Roni dan Aje.

Ada 3 point utama dalam diskusi tersebut, yaitu; (1) Pendampingan Sekolah Rintisan Adiwiyata SLTPN I Cisalak (2) Kontribusi Fisk Adiwiyata dan (3) Gerakan Kebersihan Sungai.

Dalam pendampingan sekolah rintisan adiwiyata, diharapkan TMA menjadi motor penggerak (pendamping) yang akan memberikan materi baik secara teori maupun praktek mengenai konservasi di SLTPN I Cisalak.

sekolah adiwiyata
Pertemuan persiapan sekolah rintisan adiwiyata di SLTPN I Cisalak (dok : javlec)

Kegitan pendampingan tersebut dijadwalkan dari bulan Juli sampai dengan Desember 2018 dengan melakukan diskusi rutin yang di jadwalkan selama 6x untuk membahas rencana kerja pokja, konservasi, perkembangan aktifitas dan bertukan ide antar anggota pokja.

Selain diskusi, ada seminar konservasi sebagai sarana memberikan pengetahuan dan informasi mengenai konservasi kepada murid dan guru dalam lingkup SLTPN I Cisalak.

Pada kontribusi fisik adiwiyata (point 2) bertujuan untuk membantu melengkapi kekurangan fisik yang merupakan bagian dari komponen penilaian adiwiyata.

Beberapa jenis kontribusi fisik antara lain, kolam tampungan air, sumur resapan, lubang resapan biopori, penambahan tanaman keras dan buah, pembuatan rumah toga dan memaksimalkan fungsi ruang terbuka hijau yang sudah ada di sekolah. Pembuatan kelengkapan fisik tersebut direncanakan pada bulan September 2018.

Point terakhir dalam diskusi tersebut adalah gerakan kebersihan sungai. Gerakan ini bertujuan untuk menjaga kebersihan sungai, sebagai kampanye ke masyarakat agar lebih sayang kepada lingkungan. Kegiatan ini direncanakan setelah masuk musim penghujan.(adr)

EnglishIndonesian