Kegiatan Pencanangan Tanam dan Pemeliharaan Pohon di Watu Payung

Javlec Mitigasi Lahan 3.293,72 Hektare Gunung Kidul

Yayasan Java Learning Center (Javlec) melakukan upaya mitigasi berbasis lahan seluas 3.293,72 hektare yang tersebar di 20 desa di sembilan kecamatan di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Direktur Javlec Rohny Sanyoto di Gunung Kidul, Kamis, mengatakan Indonesia Climate Change Fund memberikan dukungan pendanaan kepada Javlec melakukan upaya mitigasi berbasis lahan pada kawasan karst, daerah konservasi, Daerah Aliran Sungai (DAS) yang masuk prioritas tinggi tanggap risiko perubahan iklim.

“Daerah yang telah diinventarisasi sebagai lokasi program adalah 20 desa yang tersebar di sembilan kecamatan yakni Nglipar, Patuk, Playen, Semanu, Saptosari, Tepus, Girisubo, Panggang, dan Paliyan,” kata Rohny dalam kegiatan pencanangan penanganan dan perawatan tanaman di Watu Payung, Panggang.

Ia mengatakan 20 desa terpilih tersebut merupakan lokasi percontohan dalam pengelolaan mitigasi perubahan iklim tingkat kabupaten maupun tingkat nasional.

Program ini fokus pada upaya pengelolaan hutan, tata ruang desa, RPJMDes, kebijakan yang memberikan dampak positif pada perbaikan ekonomi masyarakat, pembangunan desa serta peningkatan lingkungan hidup.

“Javlec menerima dukungan dari Indonesia Climate Change Fund (ICCTF) sebesar Rp3,41 miliar. Program yang dilaksanakan Javlec dalam rangka mengurangi emisi gas rumah kaca, sehingga bisa beradaptasi terhadap dampak negatif perubahan iklim,” katanya.

Rohny mengatakan sasaran yang akan dicapai dalam program ini yakni mendorong percepatan penambahan stok karbon di areal hutan rakyat, hutan desa, atau hutan kemasyarakatan.

Untuk itu, salah satu kegiatan penghitungan cadangan karbon di 20 desa lokasi program di Gunung Kidul, hasil menunjukan cadangan karbon sebesar 31,04 ton per hektare. Sedangkan standar cadangan karbon yang ideal pada kisaran 35-100 ton per hektare.

Dengan demikian, dilakukan pengayaan tanaman sejumlah 66.800 batang tanaman buah dan kayu di 20 desa lokasi terpilh. Rincian tanaman yakni 26.690 batang tanaman kayu, 39.810 batang tanaman buah dan 900 tanaman pelindung.

“Perencanaan pengelolaan hutan dan dukungan pemerintah terhadap program mitigasi akan sangat berpengaruh menjaga keberlanjutan dari fungsi hutan,” kata dia.

Wakil Bupati Gunung Kidul Immawan Wahyudi mengatakan penanaman pohon di lahan kritis harus menggerakkan seluruh komponen masyarakat untuk melakukan gerakan perawatan pohon secara intensif.

“Kami mohon dukungan dan keteladanan pemerintah desa, tokoh masyarakat dan kelompok-kelompok tani memasyarakatkan gerakan perawatan pohon untuk menjamin tumbuh kembang pohon yang telah kita tanam,” katanya.

link artikel : Jogja Antara

EnglishIndonesian