Kerja Bakti Wisata, Pembahasan Program dan Transparasi Anggaran di Dusun Banceuy

Transparansi, Mendobrak Tradisi Ketidakterbukaan Anggaran

Banyak Program di Dusun Banceuy selama ini tidak pernah transparan masalah anggaran. Javlec bersama masyarakat, akan mendoborak tradisi ketidakterbukaan yang selama ini berlangsung di dusun Banceuy, terutama untuk urusan proyek pembangunan

Transparansi, itulah kata yang selalu ditekankan masyarakat kepada siapapun yang mempunyai program di Banceuy, termasuk kepada Javlec. Warga dusun Banceuy, terutama Pak RW meminta Javlec untuk menjelaskan berapa anggaran yang dipunyai untuk program yang akan dijalankan di Banceuy. Hal ini dimaksudkan untuk mendobrak tradisi yang selama ini ada di Banceuy, yaitu tradisi ketidakterbukaan masalah anggaran program.

Proyek hanya diketahui dan dikerjakan individu-individu tanpa masyarakat tahu. Supaya program itu berjalan dan berdampak secara maksimal salah satu syaratnya ada transparansi atau keterbukaan ke semua pihak (masyarakat). Di Banceuy masih banyak fasilitas milik umum yang harus dipenuhi, misalnya mesin sedot air yang banyak diperlukan warga. Itulah hal-hal yang melatarbelakangi diskusi kali ini.

Inisiatif pertemuan itu adalah pak RW (setelah berdiskusi dalam kegiatan kerja bakti) dengan mengumpulkan tokoh dan jajaran pengurus dusun Banceuy. Pertemuan dilakukan di saung milik salah satu tokoh pemuda di Banceuy, Kang Odang. Yang awalnya pertemuan itu akan di laksanakan di balai dusun, tetapi berhubung semua orang sudah berkumpul di saung maka pertemuan itu akhirnya di laksanakan di saung.

Fasilitasi program
Javlec fasilitasi pertemuan dengan pengurus kampung Banceuy tentang anggaran embangunan sumur resapan dll (progam konservasi) di Kampung Banceuy (dok : Javlec)

Menginformasikan anggaran per item program fisik yang akan dilaksanakan di dusun Banceuy. Mulai dari Sumur resapan, Biopori, Kolam penampungan air di Sawah, PAH dan Lorak. Sebelum anggaran ini dibicarakan bersama masyarakat banceuy, Tim Javlec Subang telah membahas dan menyepakati terlebih dahulu anggaran yang akan di bicarakan bersama masyarakat.

Setelah dihitung semua biaya yang dianggarkan dan perkiraan biaya yang dikeluarkan, untuk program pembangunan di kampung Banceuy ada tersisa dana 2.500.000, yang rencananya sisa dana ini akan dibelikan mesin penyedot air yang kepemilikanya menjadi milik kampung (milik umum), sehingga semua orang dapat mengunakannya walaupun dengan sisitem sewa yang akan disepakati harganya oleh masyarakat dusun Banceuy.

EnglishIndonesian