Kerjasama untuk Pengelolaan Hutan dan Taman Kota Wonosari

Kota merupakan pusat berbagai aktivitas dan pelayanan bagi penduduk kota dan sekitarnya. Penduduk membutuhkan tersedianya berbagai fasilitas untuk mendukung kegiatan sosial, ekonomi dan budaya. Tuntutan kebutuhan akan fasilitas perkotaan ini terus berkembang dan semakin luas sehingga akibatnya mendesak keberadaan

ruang terbuka hijau (RTH) dengan mengkonversinya ke penggunaan lain. Ruang-ruang terbuka hijau berupa persawahan, pertamanan, lapangan, tegalan dan kebun telah berubah menjadi bangunan untuk mencukupi kebutuhan fasilitas penduduk kota. Akibat terjadinya konversi ini, maka luasan ruang terbuka hijau kota semakin berkurang. Kondisi seperti ini secara langsung akan berpengaruh terhadap kualitas lingkungan hidup perkotaan.

 

Selama ini, Provinsi DIY tidak memiliki Hutan Kota yang representatif. Jika dibandingkan kabupaten yang lain, Wonosari memiliki areal pencadangan yang cukup representatif dengan luasan sebanyak 8,3 ha untuk hutan kota dan 1,7 ha untuk taman kota. Javlec atas dukungan dari Bank BNI mulai bulan Februari 2012 tertarik untuk membuat Hutan dan Taman Kota Wonosari menjadi tempat yang representatif sebagai ruang publik. Ke depannya, Javlec akan terlibat dalam pengelolaan hutan dan taman kota terutama dalam untuk membangun kelembagaan, capacity building, hingga pemasaran. Taman kota akan dijadikan tempat yang nyaman untuk bersantai keluarga dan bermain anak-anak. Sedangkan, hutan kota akan dijadikan lokasi untuk pembelajaran lingkungan hidup, pusat pembibitan, dan koleksi tanaman langka.

Hutan Kota Wonosari sendiri ditetapkan berdasarkan SK Bupati Gunungkidul Nomor 169/KPTS/2007. Berlokasi di Tawarsari (Ngawarawar) Wonosari, menyebabkan hutan kota ini mudah diakses dari jalan utama dalam kota maupun luar kota. Hutan kota ini berfungsi sebagai salah satu paru-paru kota sehingga pencemaran lingkungan dan meningkatnya suhu udara kota dapat ditekan. Suasana hijau Kota Wonosari tidak hanya menjadikannya indah dan sejuk namun aspek kelestarian, keserasian, keselarasan dan keseimbangan sumber daya alam dapat tetap terjaga, yang pada giliran selanjutnya akan memberikan jasa-jasa berupa kenyamanan, kesegaran, terbebasnya kota dari polusi serta sehat dan meningkatkan kecerdasan warga kota. Disamping itu, dengan pengelolaan yang baik akan memberikan pula dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat setempat, seperti terbukanya lapangan kerja dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

Add a Comment