Lahan Tampungan Air untuk Umum Harus Jelas Legalitasnya

survey tampungan air

Tampungan air di lahan pertanian adalah salah satu kegiatan yang disampaikan oleh perwakilan Javlec pada pertemuan dalam rangka sosialisasi program Javlec bersama Aqua di Dusun Banceuy, Desa Sanca, Ciater.

Diskusi mengenai tampungan air menjadi satu hal yang menarik pada pertemuan sosialisasi tersebut. Dari usulan ketua RW, lokasi tampungan air di lahan pertanian akan dibuat di 4 titik, yang menurut ketua RW itu sudah mewakili semua wilayah di Dusun Banceuy.

Itu berarti sudah adil. Jadi diharapkan tidak ada lagi masyarakat yang iri“, ungkap ketua RW.

Menaggapi hal tersebut, menurut Bapak Ade Bahrum selaku tokoh adat Dusun Banceuy, tampungan air di lahan pertanian haruslah jelas peruntukannya; apakah untuk umum atau untuk pribadi?, apakah lahan tersebut dihibahkan atau diganti?. Karena untuk lahan ukuran 4×6 (ukuran terpal) bukanlah ukuran yang ‘sedikit’.

Kalau untuk umum, harus jelas legalitasnya“, jelasnya.

Jadi perlu hati-hati, semua harus jelas dari awal, ada hitam diatas putih antara pemilik lahan dan Javlec, karena ukuran tersebut cukup luas untuk pertanian“, tambahnya.

Pak Ade juga menjelaskan seringnya terjadi setiap peruntukan/kepemilikan untuk umum, selalu saja ada ‘oknum’ yang iri dan mengganggu. Jadi hal ini perlu diantisipasi agar ke depannya menjadi lancar. Dengan adanya legalitas tampungan air untuk umum, diharapkan pemilik lahan tidak bisa menggunakan air tampungan lebih banyak dari pengguna lainnya.

Merespon diskusi saat itu, perwakilan Javlec mengatakan bahwa hanya dengan 4 kolam dan seluruh masyarakat Banceuy bisa merasakannya adalah tidak mungkin. Javlec hanya memberikan contoh agar masyarakat dapat mereplikasi kolam-kolam tersebut di lahan pertanian masing-masing. Artinya untuk sementara ini lahan yang digunakan adalah lahan pribadi.

Jadi, ini hanyalah satu metode untuk menanggulangi masalah air seperti halnya sumur resapan dan lubang biopori. Javlec hanya meminta kerelaan dan kerjasama masyarakat Banceuy untuk lahannya digunakan sebagai percontohan, karena ini akan bermanfaat bagi masyarakat, meskipun manfaatnya belum menyentuh semua warga di Dusun Banceuy. Harapannya masyarakat akan membuat hal yang sama dilahan masing-masing meski tanpa Javlec dan Aqua nantinya.

Setidaknya dengan percontohan ini, sebagian masyarakat Dusun Banceuy bisa terbantu untuk masalah pengairan di lahan pertanian mereka.

Sosialisasi di Dusun Banceuy dilaksanakan pada awal Agustus minggu lalu di balai dusun Banceuy. Dengan dihadiri oleh Tokoh Masyarakat Adat, Pengurus Karang Taruna, Pengurus Kelompok Tani ‘Boehoen’ dan unsur pemerintahan Dusun Banceuy yang terdiri dari Kepala Dusun, Ketua RW, Ketua RT dan Ibu-ibu PKK.(gs)

EnglishIndonesian