Lincah Jari Perempuan Tanjung Batu

Ibu Kasmiah, Ibu Suprini,, Ibu Yuli dan Ibu Neni Sudiya adalah para ibu rumah tangga di Desa Tanjung Batu yang terlibat dalam kelompok makanan berbahan ikan yang di dampingi Javlec.

Sebelum ada pelatihan yang difasilitasi desa dari Javlec, ibu Kasmiah belum tahu bagaimana produksi Amplang. Melihat adanya peluang ekonomi dari pelatihan yang dilakukan, kemudian ibu Kasmiah mengajak anak perempuannya yang bernama Saprini. Kini keduanya telah rutin produksi di rumah masing-masing.

Selain berisikan pelatihan tentang bangaimana mengolah makanan berbahan ikan, pelatihan ini juga membekali peserta tentang bagaimana berorganisasi. Ibu-ibu yang terlibat kemudian membentuk kelompok makanan yang bernama Kelompok Ikan Tengiri. Hingga saat ini fungsi kelompok adalah untuk mempermudah anggotanya mengakses bahan baku pembuatan Amplang. Apabila membeli tempung di warung hanya mampu membeli perkilo dengan harga lebih mahal apabila diakumulasikan menjadi satu karung. Kelompok menyuplai kebutuhan tepung dengan tidak memberikan batasan minimal pembelian tempung.

Kegiatan Kelompok Perempuan Desa Tanjung Batu

Peluang berjejaring juga terbuka bagi ibu-ibu yang terlibat dalam pelatihan. Yang terlibat dalam kelompok dan pelatihan bukan hanya ibu-ibu yang berasal dari satu kampung saja, melainkan berasal dari beberapa kampung dalam lingkup satu desa Tanjung Batu. Modal jejaring ini berguna untuk memperluas jangkauan distribusi makanan yang telah siap jual. Para pemesan sebagian besar adalah kerabat dari masing-masing anggota. Kerabat anggota kelompok ada yang tinggal diluar daerah seperti di Samarinda bahkan ada pula yang di Jawa. Mereka terkadang memesan dalam jumlah besar, sehingga tidak bisa terpenuhi apabila di produksi perorangan. Apabila ada satu orang mendapat pesanan, maka dia akan melibatkan anggota lain untuk produksi guna memenuhi pesanan.

Bentuk olahan makanan bukan hanya buat produk baru, namun juga melakukan inovasi dari produk yang sudah ada, salah satunya adalah bakso ikan.

Ibu Yuli menjadi salah satu perempuan dari Tanjung Batu yang membuat bakso ikan. Dia merupakan istri nelayan yang sehari-harinya membuat bakso ikan. Aktifitas ini berlangsung jauh sebelum ada workshop olahan makan yang diselenggarakan oleh Javlec. Sudah bisa produksi bukan berarti tidak bisa dilibatkan untuk belajar bersama. Javlec melihat ini sebagai potensi keterampilan yang sudah dimiliki warga. Ibu Yuli mendapatkan manfaat dari pelatihan yang diselenggarakan berupa perbaikan bahan baku pembuatan bakso ikan. Menurut beliau, rasa bakso yang dihasilkan sebelum dan sesudah ikut pelatihan berbeda, kini rasanya lebih gurih dan warnanya lebih cerah.

Selain pengubahan bahan baku, manfaat memiliki kelompok juga dirasakan oleh Ibu Yuli. Kini dia sering mendapat pesanan dalam jumlah besar berkat produk bakso ikannya juga dipromosikan oleh anggota lain di kelompoknya. Selain itu, dia juga lebih mudah mendapatkan tenaga kerja, karena anggota kelompok yang lain bisa dilibatkan dalam proses produksi bakso ikan.

EnglishIndonesian