Masyarakat Banceuy Lebih Memilih Pohon Kemiri dan Cengkeh daripada Pohon Sobsi

kemiri

Kemiri dianggap penting untuk masyarakat karena pada masa lalu di Dusun Banceuy banyak pohon Kemiri, yang saat ini sudah hampir tidak ada/langka. Mereka menginginkan bibit Kemiri agar kelak anak cucu mereka dapat melihat kembali pohon Kemiri di Dusun Banceuy.

Kampung Banceuy adalah dusun yang terletak di desa Sanca yang merupakan salah satu dari 5 desa dalam Program Konservasi yang sedang di jalankan Yayasan Javlec Indonesia (Javlec) bersama dengan CSR PT. Tirta Investama.

Seperti pada dusun-dusun sebelumnya, rencana agenda kegiatan yang akan dikerjakan Javlec akan disampaikan lewat acara sosialisasi di masyarakat setempat.

Sosialisasi di Dusun Banceuy dilaksanakan pada awal Agustus minggu lalu di balai dusun Banceuy. Dengan dihadiri oleh Tokoh Masyarakat Adat, Pengurus Karang Taruna, Pengurus Kelompok Tani ‘Boehoen’ dan unsur pemerintahan Dusun Banceuy yang terdiri dari Kepala Dusun, Ketua RW, Ketua RT dan Ibu-ibu PKK.

Kepala Dusun Banceuy dalam sambutannya saat membuka acara sosialisasi mengucapkan banyak terimakasih kepada Yayasan Javlec Indonesia dan Aqua (PT.TIV) yang telah membawa program-program yang sangat bermanfaat bagi Masyarakat Banceuy.

Semoga, apa yang diprogramkan oleh Javlec dan Aqua membawa manfaat bagi masyarakat desa yang menjadi sasaran program, tak terkecuali masyarakat Dusun Banceuy.“, kata Bpk. Kadus.

Kepala Dusun juga mengharapkan kerjasama masyarakat untuk membantu dan berpartisipasi dalam kegiatan yang akan dilakukan Javlec, karena hal ini demi masyarakat dan untuk masyarakat Banceuy sendiri.

sosialisasi di dusun banceuy
Suasana pertemuan dalam rangka Sosialisasi Program di Dusun Banceuy (dok : javlec)

Selanjutnya, dari pendamping lapangan yang mewakili Javlec memberikan uraian tentang program yang akan dilaksanakan di Dusun Banceuy. Beberapa program tersebut antara lain pembuatan sumur resapan, penampungan air, biopori, lorak dan penanaman.

Selain program fisik, Javlec juga melakukan program non-fisik berupa pendapingan Kelompok Tani ‘Boehoen‘ dalam menyiapkan kelembagaannya serta pendampingan masyarakat tentang konservasi di Dusun Banceuy.

Dalam sesi diskusi untuk penanaman bibit, banyak usulan-usulan tentang bibit yang diinginkah oleh masyarakat. Javlec dalam rencana awalnya akan menanam 1030 bibit pohon, yang terdiri dari; Manggis (90), Durian (90), Jengkol (50), Akasia (300), Sengon (300) dan Sobsi (200).

Akan tetapi kebanyakan masyarakat Banceuy menginginkan bibit Kemiri. Kemiri dianggap penting untuk masyarakat karena pada masa lalu di Dusun Banceuy banyak pohon Kemiri, yang saat ini sudah hampir tidak ada / langka. Karenanya, pohon Kemiri diusulkan oleh masyarakat. Selain nilai ekonominya, juga supaya anak cucu mereka dapat melihat kembali pohon kemiri di Dusun Banceuy.

Cengkeh juga merupakan bibit yang diinginkan oleh masyarakat selain Kemiri. Masyarakat lebih memilih pohon Cengkeh daripada pohon Sobsi, yang saat ini sudah banyak terdapat di Dusun Banceuy, dan mereka tidak lagi memerlukan.

Untuk itu masyarakat berharap bibit pohon Sobsi sebaiknya diganti dengan KEMIRI dan CENGKEH, yang menurut mereka pada program-program sebelumnya sudah pernah diusulkan tetapi belum dapat terealisasi. (gs)

EnglishIndonesian