Media Trip “Kita dan Ekowisata Indonesia” – Integrasi Kakaban, Sanggalaki dengan Ekowisata PIM

Setelah Tim Media Trip mengunjungi Proyek PLTS dan Rumah Produksi Minyak Kelapa di Teluk Alulu yang di kerjakan Konsorsium Yayasan Javlec Indonesia, tim media diajak menikmati keindahan Danau ubur-ubur Kakaban dan Penangkaran Penyu di Pulau Sanggalaki. Kedua pulau kecil yang merupakan tujuan wisata jika wisatawan berkunjung ke Derawan ini rencanya akan di integrasikan dengan Pusat Informasi Mangrove Tanjung Batu yang saat ini sedang dibangun oleh Konsorsium Javlec Indonesia di dukung MCA Indonesia. (lihat Pusat Informasi Mangrove).

Danau Kakaban

gerbang kakaban
Gerbang selamat datang di pulau Kakaban

Dengan speedboat, perjalanan dari Pulau Maratua ke Kakaban memakan waktu sekitar 1-1,5 jam. Pulau Kakaban termasuk salah satu dari 4 (empat) pulau yang cukup besar di Kepulauan Derawan dengan luas sekitar 774,2 ha. Ketiga pulau lainnya adalah Sanggalaki, Maratua dan Derawan. Di Pulau Kakaban terdapat danau yang dikelilingi bakau yang tumbuh liar. Danau Kakaban merupakan danau purba/danau prasejarah. Dengan luas sekitar 5 km2 dan kedalaman mencapai 11 meter, mengakibatkan air laut yang terperangkap tidak lagi bisa keluar dan menjadi danau. Tapi air di danau ini tidak asin seperti air laut, dimungkinkan karena perubahan dan evolusi yang cukup lama oleh air hujan dan air laut menyebabkan air di danau ini menjadi lebih tawar.

Pulau Kakaban dalam bahasa daerah adalah pulau yang “memeluk”‘. Jadi Pulau Kakaban artinya “sebuah pulau yang memeluk danau”, termasuk di dalamnya adalah flora dan faunanya yang penuh keunikan.

Satu yang menarik di Danau Kakaban ini adalah biota langka yang hanya ada di dua tempat didunia ini, yaitu ubur-ubur tanpa sengat!(stingless jellyfish). Ubur-ubur ini hanya dapat ditemui di Kepulauan Mikronesia dan Indonesia. Di Indonesia, hanya di Danau Kakabanlah kita bisa temui spesies langka ini. Menurut petugas, ada empat jenis ubur-ubur yang hidup di Danau Kakaban, yaitu Aurelia Aurita, Totol Mastigias cs Papua, Kotak Tripedalia Cystophora dan Cassiopea Ornata (ubur-ubur terbalik). Tapi yang paling banyak di jumpai adalah ubur-ubur totol dan ubur-ubur terbalik. Jadi di Danau ini kita bisa berenang bersama ubur-ubur tanpa takut tersengat.

biota danau
Salah satu kawan media trip yang bermain dengan biota danau Kakaban

Hal yang penting saat akan berenang bersama ubur-ubur:

  • Jangan pakai FIN/Kaki Katak. Gerakan kaki dengan fin akan menyebabkan air menjadi keruh dan apabila terkena/menyenggol ubur-ubur, bisa melukai bahkan membunuh ubur-ubur tersebut.
  • Jangan lompat langsung kedalam air, tapi turun perlahan melewati tangga dermaga yang sudah disediakan.
  • Jangan pakai sunblok karena bahan kimianya bisa merusak biotanya.
  • Jangan angkat ubur-ubur ke permukaan. Kalau mau, sentuhlah di dalam air.
  • Jangan buang sampah sembarangan.
dermaga danau kakaban
Dermaga yang disiapkan untuk turun berenang bersama ubur-ubur

Penangkaran Penyu, Sanggalaki

Puas setelah menikmati ubur-ubur di Danau Kakaban, tim media trip melanjutkan perjalanan ke Pulau Sanggalaki. Perjalanan dari Pulau Kakaban memakan waktu kurang lebih 30 menit. Pulau Sanggalaki adalah salah satu pulau yang cukup besar di kepulauan Derawan dengan luas sekitar 15 ha. Memiliki pasir putih yang bersih dengan pepohonan hijau yang rimbun.

Sanggalaki, memiliki satuan morfologi dataran pantai yang datar. Pulau ini memiliki lagon dangkal berdasar pasir dan ditumbuhi oleh karang dan lamun.

Hanya beberapa meter dari bibir pantai, sudah terlihat pos penangkaran penyu. Ada sebuah kolam buatan yang berisi air dan dipenuhi tukik-tukik lucu yang baru menetas. Pulau ini terkenal sebagai rumah penyu. Karena itu, tidak mengherankan lagi jika di Pulau Sanggalaki memiliki fasilitas Konservasi Penyu dalam kondisi yang sangat baik. Sayangnya tim media tidak bisa melakukan pengambilan film secara total karena terkendala dengan surat ijin dari pihak yang berwenang.

pos penangkaran
Tim media trip saat mengunjungi pos penangkaran penyu

Di sekitar lokasi penangkaran, terdapat sejumlah papan edukasi yang memberikan informasi kepada pengunjung mengenai segala hal tentang penyu. Diketahui, jenis penyu yang berada di Pulau Sangalaki adalah penyu hijau dan penyu sisik. Selain menikmati bermain dengan tukik, tim media juga disuguhi pemandangan pantai Pulau Sangalaki yang tak kalah indah dengan pulau lainnya. Pulau ini juga memiliki pasir yang halus seperti tepung.

papa informasi
Papan informasi untuk pengunjung penangkaran penyu

Hanya sekitar 1 jam di Pulau Sanggalaki, perjalanan tim media trip dilanjutkan menuju pulau derawan dan ekowisata mangrove di Tanjung Batu.

Integrasi Wisata Dengan Pusat Informasi Mangrove

Proyek Pusat Informasi Mangrove dan Wisata Alam (PIM-WA) yang dikerjakan Konsorsium Javlec Indonesia merupakan bagian dari pengembangan Ekowisata. Pengembangan Ekowisata di Desa Tanjung Batu ini diharapkan mampu menjadi daya tarik wisatawan yang ingin ke Pulau Derawan dengan harapan, sebagai pintu masuk ke kepulauan Derawan, wisatawan akan lebih dulu mengunjungi Ekowisata Mangrove yang ada di Desa Tanjung Batu. Pengembangan Ekowisata Mangrove ini juga akan dilengkapi dengan Pembangunan Pusat Informasi Mangrove (PIM).

Bersambung… Pusat Informasi Mangrove & Wisata Alam

 

EnglishIndonesian