Media Trip “Kita dan Ekowisata Indonesia” – Rumah Produksi Minyak Kelapa

Proyek yang dikerjakan Yayasan Javlec Indonesia dilaksanakan di 4 Desa yakni Desa Tanjung Batu, Teluk Semanting, Desa Teluk Harapan dan Desa Teluk Alulu. Tidak hanya potensi sumber daya alam yang luar biasa, keindahan alam di lokasi proyek ternyata juga sangat indah. Masing-masing Desa memiliki dan menawarkan potensi keindahan. Potensi keindahan alam tersebut bisa juga menjadi peluang bagi masyarakat untuk dikelola sebagai aset nantinya.

Desa Teluk Alulu, yang menjadi lokasi pembangunan Pabrik pengawetan ikan dan pembangunan PLTS ini dapat ditempuh dengan speedboat sekitar 30 menit dari desa Teluk Harapan (Bohebukut) juga memiliki potensi keindahan alam yang luar biasa. Bahkan potensi wisata di Teluk Alulu masih cukup alami. Di Teluk Alulu belum ada turis yang datang, berbeda dengan Desa Teluk Harapan yang sudah terdapat beberapa penginapan baik yang bentuknya resort maupun penginapan yang dikelola oleh warga lokal. Permasalahan Desa teluk Alulu adalah masih minim dan terbatasnya air bersih dan listrik.

Setelah mengunjungi di pabrik es dan plts, perjalanan media trip dilanjutkan dengan melihat Rumah Produksi Pengolahan Minyak Kelapa, yang dikelola oleh kelompok perempuan desa Teluk Alulu.

Seperti halnya wilayah pantai lainnya, desa Teluk Alulu merupakan salah satu desa dengan potensi kelapa yang cukup besar. Sayangnya potensi tersebut tidak dimaksimalkan dengan baik oleh warga. Kelapa banyak digunakan sebagai pembuatan kopra yang mempunyai nilai ekonomi relativ kecil. Bahkan dibiarkan saja tanpa di olah atau hanya di jemur saja. Beberapa warga memanfaatkan untuk bahan pembuatan minyak goreng, tetapi sebatas untuk di konsumsi sendiri.

Dengan adanya proyek “Mengembangkan Usaha-Usaha Ramah Lingkungan Berbasis Potensi Lokal di Kawasan Timur Kabupaten Berau”, hal tersebut dijadikan output untuk membangun Industri Minyak Kelapa. Proyek ini di kerjakan oleh Konsorsium Jalvec didukung penuh oleh MCA Indonesia. Harapannya, dengan dibangunnya kelompok usaha minyak kelapa, akan mampu memberikan peningkatan nilai produk minyak kelapa.

Selama ini, dalam pembuatan minyak kelapa, warga masih menggunakan cara manual seperti memeras dengan tangan. Dimana hal ini tentunya sangat berpengaruh pada jumlah kelapan yang terpakai. Untuk 1 liter minyak kelapa mereka biasanya membutuhkan kurang lebih 10 butir dengan perasan tangan. Dengan adanya proyek ini, warga sekarang sudah bisa memeras dengan menggunakan mesin, yang mana untuk 1 liter minyak hanya membutuhkan 5-7 buah kelapa.

Warga desa Teluk Alulu juga dibekali keterampilan dalam pengemasan dan pemasaran. Untuk itu dibentuk 2 Kelompok Pengolahan Minyak Kelapa yaitu tingkat RT dan tingkat Desa. Fokus kelompok tingkat RT adalah untuk memproduksi minyak kelapa, sedangkan kelopok tingkat desa lebih fokus untuk pengemasan dan pemasaran.

Pengolahan 100 buah kelapa menjadi minyak bisa selesai dalam satu hari. Hasil minyak kelapa tersebut dijual ke kabupaten Berau, dengan harga berkisar Rp30 ribu per liternya. Program ini diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat setempat. Saat ini, hasil produksi minyak kelapa sudah terpampang di toko retail ataupun swalayan di kota Berau.

Setelah mengunjungi Rumah Produksi Pengolahan Minyak Kelapa, tim media trip kembali ke Teluk Harapan, Maratua.

 

VIDEO

Berikut video dari kawan media yang mengikuti media trip “kita dan ekowisata indonesia”. Ditayangkan di Indonesian Morning Show, Net TV.

GALERI FOTO

Bersambung… Potensi wisata Kakaban dan Sanggalaki

EnglishIndonesian