Menghitung Kekayaan Karbon

Istilah kehutanan, menghitung jumlah karbon yang tersimpan dalam kayu disebut dengan “Inventarisasi Pohon”.  Manfaatnya adalah dapat diketahuinya  jumlah stock karbon yang tertanam dalam tegakan hutan.

Dalam bahasa awam, terlebih untuk petani-petani hutan lebih mudah disampaikan bahwa inventarisasi pohon ditujukan untuk mengetahui kekayaan pohon yang dimiliki petani. Simpel saja, agar petani mendapatkan berapa meter kubik kayu sebagai tabungan.

Sebagai gambaran adalah Bapak Sukimin, 65 tahun, petani di Desa Dengok, Gunungkidul. Dia ikut serta dalam kegiatan inventarisasi pohon di proyek Javlec “Mitigasi Berbasis Lahan pada Kawasan Karst, DAS Kritis, dan Kawasan Konservasi di Kabupaten Gunungkidul” atas dukungan Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF). Menghitung jumlah karbon dengan alat-alat inventarisasi pohon, seperti hagameter dan pita meter.

kisah sukses pak sukimin

“Saya dapat mengetahui meter kubik kayu di hutan dan pekarangan milik keluarga. Selain itu, mendapatkan ilmu dan praktek mengukur volume pohon,” kata Bapak Sukimin di sela-sela acara pertemuan Kelompok Tani Hutan Rakyat Ngudimakmur, Desa Dengok. Dijelaskan lebih lanjut bahwa dengan diketahuinya meter kubik kayu, lebih mudah menaksir harga jika akan dijual ke pedagang kayu. Tentunya agar tidak terlampau jauh dari harga per meter kubik kayu di pasaran.

Ditambahkan oleh Panji Anom, selaku manager proyek, bahwa memang kegiatan-kegiatan proyek tersebut melibatkan langsung pemilik-pemilik hutan rakyat. Partisipasi masyarakat akan menjamin keberlanjutan hasil-hasil proyek. Dia juga menyampaikan bahwa selain inventarisasi pohon, kegiatan penanaman pohon dan penyusunan rencana pengelolaan hutan juga dilakukan.

“Menghitung kekayaan karbon “ juga berguna untuk mengatur stok tebangan kayu dalam blok pengelolaan hutan di dalam unit manajemen hutan. Yang mana unit manajemen hutan dibatasi dalam satu wilayah administrasi desa. Jumlah tebangan dapat diatur agar stock karbon tetap terjaga pada angka yang semestinya. Hutan rakyat memiliki kontribusi menyumbang stok karbon paling tinggi yaitu sebesar 41,98 Ton C/Ha dengan bentuk keragaman jenis tanaman yang ada didalamnya. (ewn).

EnglishIndonesian