Pelatihan Bagi calon Community Organizer untuk persiapan SVLK Berkelompok

Untuk mendukung asistensi bagi industri kecil yang akan melakukan Sertifikasi Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK), Javlec dan MFP melakukan pertemuan dengan wakil-wakil industri kecil. Pertemuan yang dihadiri oleh belasan peserta dari Jepara, Solo, Yogyakarta, dan Klaten ini berlangsung dari tanggal 10 hingga 12 Oktober 2012. Acara yang berlangsung di Guest House A5 tersebut bertujuan mencari community organizer yang nantinya mengawal industri-industri kecil untuk melakukan sertifikasi secara berkelompok.

Sebelum belajar mengenai hal-hal yang perlu dipersiapkan menuju proses sertifikasi, Tim dari Javlec memberi pengantar mengenai pentingnya SVLK bagi industri yang akan melakukan ekspor produk kayu ke negara-negara di Eropa. Pemerintah menandatangani kesepakatan dengan Uni Eropa mengenai pemberlakuan VLK pada bulan Maret 2013.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari acara sebelumnya di Sarangan. Hal tersebut ditindaklanjuti dengan kunjungan Tim Javlec ke industri-industri kayu di Jepara, Klaten, dan Ponorogo untuk melihat kondisi di lapangan. Tim Javlec kemudian memaparkan temuan mereka mengenai kendala yang dihadapi industri kecil dan menengah untuk mendapat sertifikat VLK.

Salah satunya, persoalan legalitas. Untuk mengurus SVLK, sebuah industri memerlukan dokumen selama satu tahun kebelakang. Padahal banyak industri belum melakukan pencatatan dokumen secara lengkap.  Selain itu, SVLK merupakan kebijakan sektoral di bidang kehutanan. Hal-hal yang berkaitan dengan legalitas yang dikeluarkan oleh lembaga lain kerap kali menemui kesulitan.

Diskusi kemudian mengarah kepada standar VLK menurut Peraturan Mentri 38 dan 68. Di tengah-tengah pembahasan, beberapa peserta mengemukakan jika Uni Eropa sendiri belum menemukan kesepakatan mengenai SVLK. Saat ini hanya Indonesia dan Vietnam yang mendandatangani perjanjian untuk hanya mengirim kayu legal ke Uni Eropa. Sangat tidak mungkin jika pasokan kayu Uni Eropa hanya disuplay dari dua negara tersebut.

Pertemuan tersebut diakhiri dengan memilih beberapa orang yang akan menjadi community organizer. Tugas mereka menjelaskan kepada rekan-rekan yang lain mengenai pentingnya SVLK dan apa saja yang dibutuhkan untuk mendapatkannya.

 

 

 

 

 

 

Add a Comment

EnglishIndonesian