Pelatihan Inventarisasi di Hutan Sambeng

Lembaga Masyarakat Desa Hutan Sambeng yang beranggotakan petani hutan di Desa Sambeng, Juwangi, Kabupaten Boyolali melakukan pengelolaan hutan negara sejak tahun 2001. Masyarakat menyebut sistem yang dipakai dengan nama Plong-plongan.  Kawasan hutan dibuat menjadi lorong atau jalur, yang terdiri atas 2 macam plong: yaitu lajur kehutanan dan lajur pertanian. Kedua jalur tersebut memiliki lebar yang sama. Apabila plong kehutanan lebarnya 50 meter maka plong pertanian juga 50 meter, demikian juga untuk plong dengan ukuran lebar 25 meter.

 

Selama melakukan pengelolaan hutan, salah satu kendala yang dihadapi masyarakat Sambeng adalah kurangnya pemahaman mengenai cara menghitung potensi hutan. Masyarakat tidak mampu menghitung dengan baik apa bila nanti mendapatkan bagi hasil hutan. Hal tersebut bisa menimbulkan konflik antara masyarakat dengan Perhutani.

Untuk itu, Suphel sebagai pendamping LMDH Sambeng menyelenggarakan pelatihan inventarisasi potensi hutan. Acara yang terselenggaran pada tanggal 3 Maret 2012 ini merupakan  upaya untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam melakukan inventarisasi potensi hutan.

 

Kegiatan yang didukung oleh Javlec tersebut mendapat sambutan hangat dari petani hutan di Desa Sambeng. Dari 20 an undangan, hadir lebih dari 40 orang peserta. Termasuk didalamnya, petugas dari Perhutani. Selepas mengikuti pelatihan inventarisasi, peserta kemudian tertarik untuk menerapkannya di lahannya masing-masing.

Add a Comment