[2010 – 2016]

  • Periode 2015-2016, bersama dengan Universitas Diponegoro membuat Program Restorasi Waduk Diponegoro, Semarang. Program ini bertujuan mengembalikan fungsi lahan waduk sebagai daerah tangkapan air serta sebagai paru-paru kota Semarang. Program ini didukung oleh PT. Bank Negara Indonesia.
  • Januari – Agustus 2015, dengan dukungan Multi-stakeholders Forestry Programme (MFP) –  mengimplementasikan Program “Memperkuat Bisnis Kehutanan Masyarakat” (CBFE – Community Based Forest Enterprise) dan Industri Kecil Menengah (IKM) Perkayuan.
  • Februari – September 2014. Forest Connect to Write up Java Teak – Successful Bussiness Model in Indonesia. Program ini didukung oleh RecofTc dan IIED.
  • April 2013 – Februari 2014. Pembangunan Rumah Desain. Program ini didukung oleh CSR PT. Bank Negara Indonesia.
  • Periode 2012 – 2014, bersama Pemda Kabupaten Gunungkidul mengembangkan Program Taman Kota dan Ekowisata Sri Getuk, serta bersama APIKRI Yogyakarta (Asosiasi Pengrajin Yogyakarta) mendorong pengembangan kemampuan pengrajin produk kayu bersertifikat dengan mendirikan Rumah Desain sebagai tempat mengembangkan desain produk bagi pengrajin, untuk kebutuhan pasar luar negeri dan dalam negeri. Semua program ini didukung PT. Bank Negara Indonesia.
  • September 2012 – Oktober 2013. Memperkuat Tata Usaha Kayu pada Unit Manajemen Hutan Rakyat dan Industri Kecil Menengah (IKM) melalui Perluasan Implementasi Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) di Jawa. Program ini di dukung oleh MFP (Multistakeholder Forestry Programme).
  • Desember 2011 – Juni 2012. Pengembangan Implementasi Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) dalam Upaya Memperkuat Kelestarian Usaha Kehutanan Skala Kecil, Kelestarian Sumberdaya Hutan dan Tata Kelola Kehutanan di Jawa. Program ini di dukung oleh MFP (Multistakeholder Forestry Programme).
  • Periode 2011 – 2012, bersama dengan Universitas Gajah Mada mendorong Sertifikasi Legalitas Kayu pada Hutan Hak dan Industri Kayu di Jawa. Program ini di dukung oleh MFP (Multistakeholder Forestry Programme).

[2006 – 2010]

  • Periode 2006 – 2010. Mendorong pengembangan program Tata Kepengurusan Hutan yang baik (good forestry governance) di Jawa bersama-sama sejumlah lembaga swadaya masyarakat yang tersebar di Jawa. Program ini antara lain meliputi isu-isu Penguatan Hak Akses Masyarakat Desa Hutan terhadap sumber daya hutan yang ada disekitarnya, Reformasi Birokrasi Kehutanan di daerah, pengembangan timbal balik jasa lingkungan, penguatan daya dukung linkungan dan pengembangan usaha ekonomi produktif di kalangan masyarakat desa hutan. Program ini di dukung oleh Kemitraan dan Kedutaan Besar Norwegia.
  • Bersama-sama dengan Pemda Wonosobo pada periode 2007 – 2008 mengembangkan program penyelamatan dataran tinggi Dieng.
  • Menyelenggarakan Pekan Raya Hutan dan Masyarakat, sebuah event nasiolan 2 tahunan yang melibatkan jaringan multi pihak di sektor Kehutanan dan Lingkungan. Pada event ini bertemu tokoh-tokoh nasional setingkat Menteri, Anggota DPR, Ketua MPR, Tokoh Partai dan segenap elemen-elemen masyarakat strategis untuk mendiskusikan isu-isu kehutanan, lingkungan dan kemiskinan masyarakat desa hutan di Indonesia. Acara Pekan Raya Hutan dan Masyarakat pernah di selenggarakan pada tahun 2006 dan 2008.
  • Mengembangkan unit keuangan yang menyediakan bantuan permodalan bagi usaha-usaha ekonomi produktif skala kecil di kalangan masyarakat desa hutan di Jawa. Program ini di dukung oleh Kedutaan Besar Kerajaan Inggris.
  • Bekerjasama dengan Kemitraan dan Kedutaan Besar Norwegia untuk mengembangkan modal kelembagaan dan kebijakan daerah yang terkait dengan pengelolaan hutan lestari di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali.
  • Bekerjasama dengan Ford Foundation untuk melakukan studi dan uji implementasi terhadap model pengelolaan hutan bersama masyarakat yang dikembangkan oleh Perhutani di Jawa.

[2002 – 2006]

  • Memfasilitasi seri Belajar Antar Petani II (2004-2006). Serial belajar ini melibatkan petani, pendamping dan para pihak yang terlibat di dalam pengelolaan hutan Jawa. Serial belajar ini direncanakan terdiri dari 4 (empat) paket belajar yang akan mengambil 10 lokasi belajar: Jember, Malang Barat, Malang Selatan, Ngawi, Boyolali, Gunungkidul, Kuningan, Banten, Wonosobo dan Banyumas. Program ini di dukung oleh Kedutaan Besar Kerajaan Inggris.
  • Pada periode 2002 – 2004, komunitas ini secara bergantian dan bersama-sama saling mambantu memfasilitasi, saling belajar, dan saling mengawal inisiatif-inisiatif yang diinisiasi oleh para anggotanya, baik dalam bentuk pelatihan, dialog antar pihak, lokakarya, maupun studi banding. Proses-proses yang difasilitasi ini antara lain terjadi di Banten, Gunungkidul, Boyolali, Wonosobo, Madiun, Banyumas, Dieng dan Malang.
  • Memfasilitasi seri Belajar Antar Petani I (September – Oktober 2002). Serial belajar ini melibatkan petani dan pendamping dari 10 kabupaten di 5 provinsi di Jawa. Serial ini merupakan sebuah rangkaian proses belajar yang dilaksanakan secara berpindah di 4 lokasi di Jawa, antara lain Sukabumi, Wonosobo, Gunungkidul dan Malang Selatan.

[1998 – 2002]

  • Bekerja sama dengan Perum Perhutani memfasilitasi Dialog Multipihak: Peluang Community Forestry dalam pengelolaan hutan berkelanjutan di Jawa (Februari 2002). Pertemuan ini mempertemukan para pihak (Perhutani, Masyarakat desa hutan, Pemda, LSM) dari 10 Kabupaten di Jawa.
  • Bekerja sama dengan Multistakeholder Forestry Programme –  Departemen for International Development (MFP-DFID) – UK, di bawah bendera Pokja Jawa FKKM, komunitas ini memfasilitasi temu inisiatif DPRD Kabupaten se-Jawa dan Madura (Februari 2001). Fasilitasi ini dimaksudkan untuk menggugah kepedulian para anggota legislatif se-Jawa dan Madura terhadap kondisi Hutan Jawa yang semakin terancam. Catatan hasil temu inisiatif ini terdokumentasikan dalam sebuah buku berjudul “Hutan Jawa Menjemput Ajal, Akankah Otonomi Menjadi Solusi?”
  • Menginisiasi dan aktif dalam menggerakkan Kelompok Kerja Jawa (Pokja Jawa FKKM), sebuah task force di dalam Forum Komunikasi Kehutanan Masyarakat (FKKM) yang bekerja dalam upaya penyelamatan Hutan Jawa.
  • Menginisiasi Forum Hutan Jawa, sebuah forum yang diniatkan untuk menjadi wadah komunikasi berbagai pihak (Ornop, Pemda, MDH, Perhutani) dalam mengawal inisiatif Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (tahun 2000-2011)
  • Bersama-sama dengan beberapa lembaga lain, bergabung dalam Komunitas Peduli Hutan Jawa (KPH Jawa), dan menginisiasi sebuah pertemuan besar antara masyarakat desa hutan dengan para pendukungnya di Malang.
  • Bekerja sama dengan Perum Perhutani memfasilitasi lokakarya inisiasi program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat di Pusdik Perhutani Madiun.