Rantai Perdagangan Kayu Rakyat di Gunungkidul

Sejak bulan Maret 2014, Javlec atas dukungan RECOFT melakukan penelitian mengenai bisnis yang berbasis pada pengelolaan kayu dari hutan rakyat. Javlec memilih Koperasi Wana Manunggal Lestari (KWML) di Gunungkidul sebagai wilayah penelitian. Javlec menggunakan koperasi yang berdiri tahun 2004 ini karena memiliki kegiatan bisnis komplek mulai dari jual beli kayu log hingga industri lanjutan.

 

Koperasi Wana Manunggal mengembangkan berbagai unit usaha skala kecil yang tersebar di beberapa desa. Di Desa Dengok terdapat Kelompok Usaha Bersama Asyik, Kelompok Pengrajin Lumintu, Sawmill KWML dan pengrajin-pengrajin kayu lainnya. Di Desa Girisekar berdiri KUB Wira Sejati Jeruken. Sedangkan di Desa Kedung Keris ada KUB Mitra Usaha Lestari (MUL).  Selain itu terdapat 4 desa lain yang menjadi penyuplai kayu bersirtifikat bagi KWML.

 

Selama ini, sebagian besar kayu dari Gunungkidul dijual keluar daerah dalam bentuk kayu bulat (log) dengan harga yang bervariasi tergantung ukuran dan jauh dekat lokasi kayu.  Untuk meningkatkan nilai jual kayu, kelompok pengelola hutan rakyat lestari terutama para pengrajin mebel dan handycraft mulai membuat produk jadi atau setengah jadi. Salah satunya kelompok usaha bersama dengan nama Asyik yang berdiri pada bulan Mei 2009.

Selama ini KUB Asyik memakai dua sumber permodalan: modal sendiri dan pinjaman. Modal sendiri saat mendapatkan pesanan dengan nilai dan jumlah sedikit. Sedangkan apabila jumlah order banyak dengan nilai tinggi, KUB Asyik akan mencari pinjaman modal. KUB paling banyak memakai pinjaman modal melalui pinjaman perorangan. Selain itu, KUB juga menggunakan modal dari  bank umum dan Bank Desa (PNPM Mandiri). Selama ini, KUB yang berada di bawah KWML belum bisa menyetok barang karena keterbatasan modal.
Peningkatan nilai tambah kayu bisa juga dilakukan melalui perubahan bentuk kayu dari log menjadi kayu balok atau kayu olahan. Aktivitas tersebut bisa meningkatkan nilai kayu tersebut hingga 50 %. Untuk itu, KWML bersama-sama dengan berbagai pihak mengusahakan industri penggergajian (sawmill). Pembangunan sawmill merupakan bantuan dari Kedutaan Jepang kerjasama dengan Shorea. Penggergajian tersebut diresmikan pada tanggal 30 Januari 2014.

Di lingkungan KWML, salah satu masalah di perdagangan kayu adalah harga beli kayu. Petani dan koperasi ingin supaya harga kayu sertifikasi naik sedangkan industri belum bisa membeli kayu dengan harga tinggi. Penelitian ini diharapkan mampu memberi masukan kepada KWML dimana paling menguntungkan untuk melakukan usaha.

EnglishIndonesian