Sultan HB X Canangkan Tanam Pohon Perindang JJLS di Samas Bantul

Dalam rangka memberikan kenyamanan dan perlindungan dari terik matahari bagi masyarakat yang melintas di Jalan Jalur Lintas Selatan ((JJLS) di wilayah Kabupaten Bantul (Senin,30/03) Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mencanangkan program penanaman 5000 pohon perindang jalan .Bupati Bantul Hj. Ida Sri Surya Widati dalam sambutan selamat datang mengatakan bahwa dampak dari pemanasan global dampaknya sangat kita rasakan yaitu terganggunya ekosistem, terjadinya cuaca ekstrim, serta terganggunya atata air di daerah Aliaran sungai (DAS) dan terancam berbagai bencana. Dengan kondisi seperti ini perlunya penanaman pohon dan pelestarian hutan untuk mengantisipasi hal-hal tersebut disamping untuk menurunkan gas buang dari kendaraan bermotor.

Penanaman pohon perindang yang merupakan sumbang sih pemerintah terhadap perbaikan lingkungan, penanggulangan terjadinya pemanasan global yng disembahkan kepada umat di seluruh dunia. Dengan kegiatan ini pula kiranyay (CCR) mampu menggugah partisipasi masyarakat untuk berbuat yang lebih baik sebagai bentuk tanggungjawabnya kepada negara dan bangsa.

Sementara itu Pemimpin Corporate Community Responsibility PT BNI Tbk Nancy Martasuta mengatakan bahwa salah satu misi BNI yaitu Meningkatkan kepedulian dan tanggungjawab terhadap lingkungan dan komunitas “ BNI memilki komitmen untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam program pemberdayaan masyarakat dan pelestarian alam. Adapun program yang dilaksanakan dalam mendukung program pemerintah Indonesia mengurangi emisi karbon 25 % – 41 % serta program penanaman semilyar pohon setiap tahun yang dikenal dengan OBIT( One Billion Indonesia Trees)

Menurut Nancy Martasuta BNI bersma dengan Pemda DIY serta Java Learning Center (Javlac) melakukan program penanaman 5.000 pohon perindang JJLS jalan utama di DIY dengan memilih jenis pohon Asam Jawa sebanyak 4.500 batang dan pohon Tremebesi( Tamarindus Indica Linn) sebanyak 500 batang. Penanaman pohon perindang Kerjasama dengan BNI tidak sekedar hanya menanam saja tetapi juga sampa pada merawat hingga tumbuh optimal, merawat menyiram, pemupukan , menanggulangi hama, pembersihan gulma hingga mengganti jika ada yang mati. Dengan jenis pohon Asam yang ditanam tersebut diharapkan mampu memperkuat identitas Yogyakarta sebagai provinsi yang istimewa dengan karakter budaya yang kuat dalam memelihara tradisi termasuk melestarikan tanaman dan tanaman khas dan tradisional.

Gubernur DIY Sri Sultan HB X dalam sambutan pencanangannya antara lain mengemukakan bahwa penanaman pohon perindang semacam ini diperlukan bukan hanya dijalan-jalan seperti ini tetapi juga di daerah yang kemiringan tanahnya cukup curam seperti di wilayah waduk sermo dengan erosi yang cukup tinggi, sehingga mempercepat pendangkalan waduk. Sementara untuk di lereng Merapi akibat terjadinya bencana erupsi merapi 2010 seluruh tanaman kerasnya mati terbakar juga perlu penanaman kembali pohon penghijaun. Namun yang dikehendaki ngarso Dalem tanaman yang ditanam di lereng Merapi bukan tanaman pohn keras, tetapi tanaman aren dan sejenisnya. Karena tanaman ini mempunyai keistimewaan tersendiri disamping tidak mudah terbakar juga multi fungsi yaitu niranya bisa untuk gula, kolang-kalingnya bisa dikonsumsi, ijuknya untuk bangunan dan lain-lain.

Terkait dengan penanaman pohon Asem Jawa di sepanjang JJLS Sultan mengingatkan agar masyarakat juga turut merawat, memelihara tanaman ini karena setelah besar disamping memberikan keindahan, kenyamanan, keteduhan bagi yang meliwatinya. Oleh karena itu jangan sampai tanaman ini pindah di pekarang rumah atau hilang pindah ditempat lain.Dalam kerangka memperkuat kerjasama antara Pemda DIY dengan PT.BNI Tbk dilakukan penandatangan Mou antara S ri Sultan Hamengku Buwono X Gubernur DIY selaku Pemda dan Nancy Martasuta selaku PT.BNI Tbk yang disaksikan Bupati bantul Ny.Hj.Sri Surya Widati,Kepala SKPD dilingkungan Pemda DIY dan SKPD dilingkungan Kabupaten Bantul.

Pencanangan Penanaman 5000 pohon ditandai dengan penanaman pohon Asem Jawa oleh Gubernur DIY dan dilanjutkan masing-masing oleh Pemimpin CCR PT BNI Tbk , Wakapolda DIY,Bupati Bantul dan pejabat lainnya.(Kar)

HUMAS DIY