Taman Kota Wonosari

Mulai akhir Januari 2013, Javlec atas dukungan BNI Go Green melakukan pembuatan Taman Kota di Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan yang mengambil lokasi di Desa Kepek, Wonosari tersebut bertujuan menyediakan ruang publik di Kota Wonosari. Selain itu, keberadaan taman kota diharapkan bisa bisa meningkatkan kualitas lingkungan hidup di kawasan sekitarnya. Kedepannya, lokasi tersebut bisa dipergunakan sebagai tempat konservasi tanaman langka.


Saat ini, Kota Wonosari sudah memiliki taman kota. Namun, kondisinya tidak layak sebagai ruang terbuka hijau. Areal seluas 1,7 hektar tersebut masih berupa tanah tandus dengan beberapa pohon jarang-jarang. Selain secara visual tidak menarik, lokasi tersebut tidak nyaman apabila dipergunakan sebagai sarana olah raga dan rekreasi masyarakat sekitar.
Kegiatan pembuatan taman kota yang akan berlangsung selama empat bulan ini didukung sepenuhnya oleh Perintah Daerah Gunungkidul. Untuk menarik banyak masyarakat supaya kelak menggunakannya, pengerjaan taman kota akan melibatkan berbagai pihak yang berkepentingan. Mulai dari penyiapan kerangka acuan, perencanaan tata ruang, sampai dengan pelaksanaan, khususnya mengenai penyediaan lahan-lahan untuk ruang terbuka hijau.

Berkaitan dengan pembuatan taman kota, masyarakat diajak untuk menciptakan lingkungan yang nyaman, bersih, dan sehat. Taman kota ini kedepannya diharapkan memiliki aspek ekologi, ekonomi, dan sosial. Secara ekonomi, taman kota didorong supaya memberikan manfaat langsung pada masyarakat sekitar melalui pembuatan kawasan kuliner, dan penyewaan mainan anak-anak dan remaja. Dari segi fungsi pendidikan, taman kota diupayakan menjadi tempat penelitian dan pembelajaran. Keanekaragaman jenis pohon yang nantinya akan mengisi taman kota dapat dimanfaatkan oleh pelajar dan para peneliti. Hal ini berkaitan dengan pendidikan lingkungan usia dini, sekaligus menumbuhkan rasa peduli terhadap lingkungan hidup. Dari segi rekreasi, taman kota diarahkan menjadi tujuan wisata.

Sejalan dengan pembuatan taman kota, perlu ada pendidikan lingkungan kepada masyarakat agar memiliki kesadaran kritis untuk menjaga dan melestarikan lingkungan. Hal tersebut berkaitan dengan kesinambungan dan keselarasan hubungan antara manusia dengan lingkungan. Pendidikan lingkungan tentunya tak lepas dari kebijakan ekologis oleh elite-elite untuk memperhatikan partisipasi masyarakat dalam penataan kota yang lebih nyaman, berkeadilan, dinamis, dan berkualitas.

Add a Comment

EnglishIndonesian