Tampungan Air Sangat Dibutuhkan di Lahan Pertanian Dusun Pangkalan

pemetaan kolam tampungan

Saat air susah di dusun Pangkalan, setiap malam petani turun ke sawah dan ladang mereka untuk mencari air (nurut air). Perjalanan bisa mencapai 7km untuk menelusuri jalur air. Selain mereka mencari air, banyak juga petani yang melakukan panen pada malam hari, karena di siang panas matahari sangat terik.

Perwakilan Javlec ditemani oleh Bpk. Ali Nurdin (ketua kelompok tani dusun Pangkalan) melakukan pemetaan lokasi tampungan air di lahan pertanian Dusun Pangkalan. Ada 5 titik calon kolam tampungan di sawah yang harus didatangi dan ditandai.

Pemilihan lokasi berdasarkan pada letak dan pada pemilik lahan. Pemilihan lokasi kolam harus strategis agar kolam tersebut dapat digunakan secara bersama dan harus diketahui oleh pemilik lahan agar lebih memiliki rasa tanggung jawab sehingga bisa memelihara dengan baik.

Tampungan air di lahan pertanian Dusun Pangkalan sudah menjadi hal yang sudah biasa dan sudah lama ada. Tampungan air sangat dibutuhkan terutama pada musim kering seperti sekarang ini.

pemeetaan
Perwakilan Javlec saat melakukan pemetaan lokasi kolam tampungan air di Dusun Pangkalan

Selain berfungsi sebagai tempat penyimpanan air, kolam tampungan juga bisa sebagai tempat menetralkan air yang bersumber dari Ciater. Sudah menjadi rahasia umum bahwa air yang berasal dari Ciater adalah air masam (kandungan asamnya terlalu tinggi), sehingga petani mensiasatinya dengan membuat kolam tampungan air untuk mencampur obat penetral air dari Ciater.

Air tersebut dicampur dengan obat, baru air tersebut disiramkan ke tanaman. Kalau tidak melakukan hal seperti itu maka resikonya tumbuhan akan berhenti tumbuh/mati jika air yang dari Ciater tersebut langsung disiramkan. Hal ini hanya terjadi di Dusun Pangkalan dan tidak terjadi di Dusun Cimalimping, Desa Sindangsari yang memang mempunyai letak yang berbeda.

Ada 5 titik yang menjadi calon lokasi pembuatan kolam tampungan air, semuanya di lahan pertanian baik pertanian padi maupun pertanian palawija.

Dari ke 5 titik tersebut kemungkinan akan bertambah jika skenario bahan tampungan bisa berbeda yaitu menggunakan terpal dan plastik. Jika menggunakan terpal maka tampungan air itu hanya berjumlah 5 sesuai ukuran terpal yaitu 4×6 m.

kolam tampungan air di lahan pertanianWarga mengharapkan bahan tampungan sebagian terpal dan sebagian plastik, dimana dengan bahan tersebut maka jumlah kolam yang akan dibuat bisa bertambah 2x lipat.

Dalam skenario kelompok tani, bahwa kolam yang menggunakan terpal hanya akan dibuat 2 buah, yang 3 lagi yang seharusnya berbahan terpal akan diganti dengan bahan plastik dengan ukuran 2x3m sehingga akan banyak lagi kolam yang akan dibangun, mengingat harga plastik lebih murah daripada terpal.

Perkiraan, jika sebagian menggunakan bahan palstik, kolam yang dapat dibangun mencapai 15 buah. Dengan jumlah lebih banyak berarti semakin banyak masyarakat petani dapat merasakan manfaat kolam tampungan air di lahan pertanian Dusun Pangkalan.

Kesiapan kelompok tani untuk mengerjakan kolam-kolam tampungan air tersebut sudah sangat siap, tinggal dari pihak Javlec saja kapan untuk memulai. Karena program kolam tampungan air ini sangat dibutuhkan masyarakat petani di dusun Pangkalan yang sedang menghadapi musim kemarau.

Model dan standar kolam yang akan dibuat di Pangkalan ini sebaiknya mengikut kolam-kolam yang sudah ada di dusun Pangkalan saja“, kata salah satu anggota kelompok tani.

Di musim kemarau ini setiap malam para petani mencari air (nurut air) yang jaraknya samapai 7 km dari lahan pertanian mereka. Sampah-sampah yang menghalangi aliran air menuju lahan pertanian dibersihkan dan jalur aliran ke wilayah lain ditutup sementara demi mengairi lahan pertanian mereka.

Meskipun bersifat sementara, hal ini rawan terjadinya konflik dengan petani desa lainnya karena rebutan aliran air. Kolam-kolam tampungan ini menurut masyarakat akan sangat membantu bagi penyediaan air di lahan pertanian mereka. (gs)

EnglishIndonesian