Training Virtual, Rencana Bisnis Perhutanan Sosial

Pelatihan_RB_PS_01
Peserta Pelatihan dengan Aplikasi “Zoom Meeting”

Pelaku perhutanan sosial di Yogyakarta ikut terdampak pada Pandemi Covid-19. Petani hutan juga  mematuhi Protokol Physical Distancing agar penyebaran virus dapat dihentikan.

Kondisi yang demikian berdampak pada kegiatan-kegiatan yang seharusnya dilaksanakan secara tatap muka, seperti halnya pelatihan rencana bisnis yang telah direncanakan sebelumnya. Untuk itu, Javlec Indonesia mengambil inisiasi untuk pelatihan secara online.

Kali ini, Javlec menyelenggarakan pelatihan secara online dengan peserta dari petani-petani perhutanan sosial di Kabupaten Gunungkidul. Pelatihan diselenggarakan pada tanggal 11-12 Mei 2020, yang diikuti oleh 4 kelompok Hutan Kemasyarakatan (HKm) dan 3 kelompok hutan rakyat di Kabupaten Gunungkidul.

Empat kelompok HKm tersebut adalah: Sedyo Makmur, Sedyo Rukun, Tani Manunggal, dan Sidodadi. Empat kelompok ini akan melakukan penebangan kayu HKm pada tahun 2020. Sedangkan, peserta dari 3 kelompok hutan rakyat yaitu: Jasema, SPP Semoyo, dan Ngudi Lestari.

Pelatihan_RB_PS_02

Pelatihan secara online ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kelompok tani hutan dalam menyusun rencana bisnis kayu berbasis komunitas. Rencana bisnis kayu ini diperlukan untuk menjadi pedoman dalam pembiayaan dan strategi memaksimalkan pendapatan dari kayu yang diusahakan dalam perhutanan sosial.

Pelatihan secara online adalah pengalaman pertama yang Kami rasakan. Biasanya Kami mengikuti pelatihan secara langsung melalui tatap muka. Namun demikian, dengan kondisi pandemi ini Kami belajar untuk tidak gagap teknologi dengan menggunakan aplikasi zoom. Dengan dipandu oleh pendamping dari Javlec, pada akhirnya Kami mampu,” kata Bapak Rahmat, Kelompok Sedyo Makmur, Semanu, Gunungkidul. Ditambahkan, pelatihan ini memberikan manfaat kepada kelompok tani dapat mengindentifikasi biaya penebangan kayu HKm agar lebih efisien dan dapat menyusun strategi untuk memaksimalkan pendapatan.

Pelatihan_RB_PS_03

Seperti diketahui, bahwa bisnis kayu perhutanan sosial adalah usaha yang baru digeluti oleh petani-petani Kabupaten Gunungkidul. Tahun 2019 adalah penebangan kayu HKm yang pertama kali. Pada tahun 2019, kelompok tani belum menyusun rencana bisnis kayu. Pada tahun 2020 ini, dengan disusunnya rencana bisnis maka penebangan HKm dapat dilakukan secara lebih efisien sehingga keuntungan dapat dimaksimalkan.

Oleh karena itu, Javlec Indonesia menyelenggarakan pelatihan rencana bisnis. “Analisa biaya dan pendapatan adalah hal penting yang perlu dimiliki oleh kelompok tani hutan. Dengan demikian, kelompok tani dapat melakukan strategi efisiensi biaya dan membangun strategi pemasaran kayu agar pendapatan dapat maksimal,” penjelasan Bapak Rohni Sanyoto, Direktur Eksekutif Javlec Indonesia.

Pelatihan_RB_PS_04

Pelatihan online Rencana Bisnis Kayu Perhutanan Sosial ini diselenggarakan oleh Javlec Indonesia atas dukungan dari Multistakeholder Forestry Programme (MFP 4). Pelatihan ini adalah bagian dari persiapan penebangan kayu HKm tahun 2020 dan sekaligus membangun kembali bisnis kayu hutan rakyat di Kabupaten Gunungkidul. (Ewn)

EnglishIndonesian