Pelatihan GAP Untuk Perkebunan Sawit Berkelanjutan

Senin, 24 Agustus 2020 Yayasan Javlec Indonesia bekerjasama dengan SPOS Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur memfasilitasi kegiatan pelatian Good Agriculture Practice (GAP) untuk perkebunan sawit. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan-perwakilan petani dari anggota Gabungan Kelompok Tani/GAPOKTAN yang ada di wilayah Kecamatan Paranggean.

Sebagaimana kita ketahui bahwa Kelapa Sawit merupakan tumbuhan industri penghasil minyak, seperti; minyak masak, minyak industri, dan minyak bahan bakar (biodesel). Dengan banyaknya manfaat yang dihasilkan dari olahan minyak kelapa sawit ini, banyak sekali masyarakat yang tertarik untuk menanam, berkebun dan mengusahakan kelapa sawit. Saat ini, perkebunan kelapa sawit sendiri banyak tersebar di berbagai daerah seperti; sumatera, jawa, Sulawesi dan di Kalimantan khususnya di Kabupaten Kotawaringin Timur.

pelatihan-gap

Dalam rangka meningkatkan kapasitas petani di Kecamatan Paranggean Kabupaten Kotawaringin Timur pelatihan GAP Sawit menjadi sangat penting dilakukan. Dalam pelatihan yang dilaksanakan, disampaikan mengenai tata cara penanaman perawatan sampai pemanenan kelapa sawit yang baik dan benar seperti pengajiran pola tanam, pembuatan lubang tanam (manual dan mekanis), Jenis – jenis kelapa sawit, Persiapan pembibitan ( pre nursery dan maen nursery), Persiapan lahan pembibitan, Penanganan kecambah, sampai materi-materi mengenai perawatan contohnya Kastrasi, Sanitasi, Sensus pokok, cara pengukuran pelepah dan materi-materi soal pemanenan.

pelatihan-gap

Dalam sesi tanya jawab, beberapa peserta menyampaikan pertanyaan, bapak yahya misalnya menyampaikan pertanyaan “Kapan waktu yg tepat buat penanaman setelah pelubangan ?, Bapak Hartono selaku pemateri menjawab “penanaman yang baik di lakukan setelah 1bulan melakukan pelubangan sebelum di tanam lakukan pemupukan lubang tanam dengan menggunakan pupuk RP/TSP.” Pertanyaan lain muncul dari ibu Warsiti “Mengapa bibit sawit ada yang di naungi dan ada yang tidak di naungi ?”  bapak hartono menjawab “Tahapan pada pembibitan kelapa sawit itu ada yang melalui 2 tahapan, Pada saat pembibitan pre nurseri bibit sawit itu harus di naungi karena belum tahan dan kuat jika langsung terkena penyinaran matahari dari pagi samapai sore. Dan pada saat sudah maen nursery bibit sawit sudah tidak menggunakan naungan lagi dikarenakan untuk membiasakan bibit sawit pada saat akan di tanam di areal agar kuat terhadap penyinaran matahari dari pagi hingga sore hari.” dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan lain dari audiens.

Setelah pelatian ini selesai dilakukan, selanjutnya para peserta pelatihan diberikan tugas untuk menyampaikan kepada anggota-anggota GAPOKTAN di Desa mereka masing masing dengan harapan ilmu yang didapat dari pelatihan ini dapat ditularkan kepada semua petani sehingga kebun sawit yang dikelola dapat menerapkan GAP Sawit. (Red-Ipin)