Minyak Kelapa Teluk Alulu

Dulu sebelum ada minyak sawit, semua penduduk di Alulu menggunakan minyak kelapa yang dibuat sendiri – Ibu Eli

Ibu Eli menceritakan tentang penggunaan minyak kelapa guna memenuhi kebutuhan rumah tangga di Alulu. Hampir semua perempuan dewasa di Alulu bisa membuat minyak kelapa. Di Alulu, pohon kelapa seperti rumput, terhampar memenuhi hutan dan pekarangan rumah. Dari kelapa dan keterampilan perempuan-perempuan Alulu kemudia tercipta minyak kelapa yang digunakan hampir disetiap rumah tangga di sana. Minyak kelapa juga menjadi alat tukar atau pengganti uang apabila sedang belanja di warung. Javlec melihat potensi ini sebagai salah satu produk yang bisa ditawarkan dalam persaingan pariwisata di Maratua.

pengupasan
Pengupasan kelapa yang masih menggunakan cara manual

Para perempuan di Alulu dilibatkan dalam pelatihan pengorganisasian untuk memperkuat kelompok pembuat minyak kelapa. Dalam pelatihan ini mereka juga dilatih bagaimana mengelola keuangan dan pencatatan hasil jual beli produk. Pengetahuan manajemen keuangan menajdi hal yang penting dipelajari agar keuntungan produksi dapat diprediksi dan bisa mengatur strategi penjualan. Selain itu juga dibekali dengan keterampilan inovasi pengemasan produk minyak kelapa agar mampu meningkatkan minat pembeli. Selama ini, minyak kelapa hanya dikemas menggunakan botol bekas minuman bahkan terkadang dibungkus dengan plastik seadanya.

Selain inovasi pengemasan yang ditawarkan oleh Javlec, ada pula program bantuan peralatan produksi berupa penggiling kelapa dan penyeteril minyak hasil olahan. Selamat ini membutuhkan waktu 3 hari untuk memproduksi minyak kelapa. Hasilnya pun masih berupa minyak setengah jadi, minyaknya masih tengik. Minyak setengah jadi tentunya tidak bisa bertahan lama, tiga minggu kualitasnya menurun dan semakin tengik.

Dengan pemberian dukungan berupa alat produksi diharapkan kualitas minyak akan menjadi lebih baik. Peluang pasar minyak kelapa sudah terbuka, saat ini beberapa pesanan datang dari Bandung. Namun karena ketidaktahanan minyak dalam waktu lama, pesanan baru terjadi dalam jumlah sedikit. Itu pun dititpkan ke orang yang akan berangkat ke Bandung. Kalau mengandalkan jasa ekspedisi pengiriman barang, minyak harus segera digunakan dan tentunya tidak bisa juga mengirim dalam jumlah banyak.

Alat Produksi Minyak Kelapa
Alat Produksi Minyak Kelapa

Kebutuhan bahan baku untuk pembuatan minyak kelapa memadahi. Pohon kelapa tumbuh subur seperti rumput di daratan Maratua, khususnya Alulu. Setiap 600ml minyak kelapa membutuhkan lima buah kelapa. Proses pengerjaan memakan waktu hingga tiga hari. Lambatnya proses produksi minyak kelapa dikarenakan peralatan yang digunakan masih sederhana. Pekerjaan terlama adalah memarut kelapa, apabila ini menggunakan mesin parut akan mempersingkat proses produksi. Salah satu bentuk dukungan alat produksi yang direncanakan Javlec adalah pemberian bantuan alat parutan kelapa.

Beda subyek beda pula metodenya. Kondisi pendidikan perempuan di Alulu lebih rendah dari pada perempuan di kampung lain. Penjelasann materi terkadang harus diulang-ulang dan menggunakan bahasa yang sederhana. Namun ketika mereka sudah memahami dan ada kesamaan tujuan dari kegiatan yang dilakukan, perempuan Alulu konsisten dengan apa yang direncanakan. Dalam kegiatan pengembangan kelompok minyak kelapa, perempuan Alulu bukan hanya bermodal pikiran dan tenaga, ada salah satu anggota kelompok yang bersedia meminjamkan rumah yang sudah tidak terpakai untuk dijadikan rumah produksi bersama. Alat produksi yang diberikan oleh Javlec memang membutuhkan tempat yang cukup besar, sehingga adanya peminjaman rumah ini sangatlah membantu. Kondisi rumah memang masih layak pakai, namun menurut Javlec, ada beberapa yang perlu di perbaiki. Saat ini Javlec sedang mencarikan dana segar agar rumah tersebut segera diperbaiki dan bisa digunakan sebagai rumah produksi minyak kelapa.

EnglishIndonesian