Aktifitas & Pembelajaran

Pengembangan Usaha Ekonomi Masyarakat

Kesejahteraan masyarakat sekitar hutan, baik sebagai pengelola hutan atau pun pengakses sumberdaya hutan, adalah salah satu tujuan dalam perhutanan sosial. Penghidupan yang meningkat dapat diwujudkan melalui kemudahan akses (jaminan) terhadap sumberdaya hutan (kayu maupun non kayu) dan meningkatkan pendapatan melalui pengelolaan komoditas hasil hutan.

Javlec memberikan fasilitasi penguatan kelembagaan ekonomi dan penguatan usaha ekonomi. Penguatan kelembagaan,  di antaranya: penguatan koperasi, pendampingan kelompok usaha bersama, akses permodalan, penguatan jejaring market, dan penguatan kapasitas teknis lainnya. Penguatan usaha ekonomi, di antaranya: fasilitasi peralatan pertukangan kayu, sawmill rakyat, rumah produksi minyak kelapa, pembangunan gudang penyimpanan hasil laut dengan PLTS dan pengolahan hasil-hasil laut dan hutan.

Usaha ekonomi masyarakat berbasis kawasan hutan, Javlec juga memberikan fasilitasi pembangunan ekowisata dan penguatan kelembagaan masyarakat. Beberapa hasil fasilitasi yang sudah berkembang, di antaranya: Ekowisata Kalibiru Kulon Progo, Wisata air terjun Sri Gethuk Gunuungkidul, Wanawisata Watu Payung Gunungkidul, Ekowisata Mangrove Tanjung Batu Berau, dan edu wisata taman kota Gunungkidul.

Pembelajaran pengembangan usaha ekonomi masyarakat, adalah:

  1. Dalam kelompok petani atau pengelola hutan, pengolahan komoditas pada sektor hilir dan pemasaran produk (barang) membutuhkan proses panjang dalam meningkatkan kapasitas kelompok masyarakat. Pada umumnya, masyarakat petani hanya memegang dan kapabel di sektor hulu, yaitu menanam dan menghasilkan produk mentah. Di sektor hilir, yaitu pengolahan produk mentah menjadi produk jadi dan pemasaran produk jadi, kapasitas kelompok masyarakat untuk hal itu kurang. Oleh karena itu, bisnis komunitas pun perlu pendampingan.

  2. Jasa lingkungan ekowisata yang dikelola dalam bisnis komunitas dapat berkembang jika didukung oleh kelembagaan pengelola yang profesional, dukungan pemerintah daerah, infrastruktur yang memadai, dan promosi. Kuncinya, fasilitasi berupa pembangunan infrastruktur dan pendampingan masyarakat.

  3. Selain permodalan dan akses pemasaran, penguatan bisnis komunitas juga membutuhkan totalitas dari agen-agen perubahan di tingkat komunitas. Bisnis komunitas membutuhkan profesionalisme dan  transparansi pengelolaan.

Aktifitas dan Pembelajaran : Jaminan Hak Akses Masyarakat Dalam Pengelolaan SDH

Aktifitas dan Pembelajaran : Tata Pengurusan Sumber Daya Hutan Yang Baik

Aktifitas dan Pembelajaran : Pengembangan Usaha Ekonomi Masyarakat

Aktifitas dan Pembelajaran : Peningkatan Daya Dukung Sistem Penyangga Kehidupan

Aktifitas dan Pembelajaran : Penanggulangan Kemiskinan

Aktifitas dan Pembelajaran : Peningkatan Akses Informasi Dan Komunikasi