Pelatihan Tata Kelola Organisasi Perkuat Kelembagaan Kelompok Perhutanan Sosial di Daerah Istimewa Yogyakarta
Yogyakarta, 1 Agustus 2026 — Yayasan JAVLEC Indonesia menyelenggarakan Pelatihan Tata Kelola Organisasi dan Kelembagaan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) sebagai bagian dari Program Penguatan Wana Tematik Berbasis Keistimewaan Yogyakarta melalui skema Blended Finance Model (BFM).
Pelatihan dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu pada 22-23 Juli 2026 di The Alana Hotel & Conference Center Malioboro bagi kelompok dari Kabupaten Gunungkidul serta pada 29-30 Juli 2026 di UNY Hotel Wates bagi kelompok dari Kabupaten Kulon Progo.

Kegiatan ini melibatkan perwakilan pengurus dan anggota dari enam Kelompok Perhutanan Sosial, yaitu KTH Ngudi Makmur, KTH Sedyo Lestari, KTH Mandiri, KTH Menggerrejo, KTH Suko Makmur, KTH Rukun Makaryo. Pelatihan bertujuan memperkuat kapasitas kelompok agar mampu mengelola organisasi dan usaha perhutanan sosial secara profesional, transparan, inklusif, dan berkelanjutan.
Selama dua hari, peserta mendapatkan materi mengenai prinsip tata kelola organisasi yang baik, pembagian tugas pengurus, kepemimpinan inklusif, penerapan prinsip GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion), penyegaran aturan internal kelompok, serta penyelesaian konflik organisasi. Peserta juga berdiskusi untuk mengidentifikasi kondisi, tantangan, peluang, dan kebutuhan pengembangan masing-masing kelompok.

Pada hari kedua, peserta mengikuti simulasi administrasi digital melalui platform GoKUPS, penilaian kesiapan kelembagaan untuk menjalin kemitraan, pengenalan peluang pembiayaan melalui skema blended finance model, serta sosialisasi SOP Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta mekanisme pengaduan.
Pelatihan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui pemaparan materi, diskusi kelompok terfokus, simulasi, dan praktik penyusunan dokumen. Melalui metode tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga didorong untuk menyusun rencana tindak lanjut yang dapat diterapkan di kelompok masing-masing.
Kegiatan ini diharapkan menghasilkan penguatan struktur organisasi, regulasi internal, SOP kelembagaan, kesiapan administrasi digital, serta peta jalan pengembangan usaha KUPS. Kelembagaan yang kuat menjadi pondasi penting agar kelompok mampu meningkatkan daya saing, memperluas kemitraan, mengakses pembiayaan, dan mengelola potensi Wana Boga, Wana Husada, dan Wana Wisata secara berkelanjutan. (mutia–Javlec)
